Fortifikasi Serat Pangan: Pelatihan Pembuatan Cookies Ampas Tahu sebagai Alternatif Camilan Bergizi di Desa Karangsono
Keywords:
ampas tahu, limbah pangan, cookies serat tinggi, pemberdayaan masyarakat, pendekatan ABCD, inovasi pangan lokal, ekonomi sirkularAbstract
Pemanfaatan limbah ampas tahu sebagai bahan baku pembuatan cookies kaya serat di Desa Karangsono merupakan inovasi pangan yang menggabungkan aspek gizi, lingkungan, dan ekonomi. Ampas tahu yang selama ini dianggap limbah dengan nilai ekonomi rendah diolah menjadi tepung yang kemudian diformulasikan menjadi cookies sehat tinggi serat. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan pembuatan cookies ini menggunakan pendekatan Asset-Based Community-Driven Development (ABCD) yang menekankan pengembangan potensi aset lokal. Pelatihan meliputi teknik pengolahan ampas tahu, formulasi adonan, proses pemanggangan, serta pendampingan kewirausahaan bagi ibu rumah tangga dan pelaku UMKM. Hasilnya meningkatkan pengetahuan teknis, mendukung pengurangan limbah, serta memperkuat ketahanan pangan lokal dan ekonomi sirkular melalui pengembangan usaha berbasis komunitas. Program ini menunjukkan keberlanjutan inovasi pangan yang bernilai gizi dan ekonomi bagi masyarakat setempat.





