Sosialisasi Bahaya Pergaulan Bebas dan Pencegahan Anemia Melalui Peer Group Education di Karang Taruna Desa Bulokarto

Authors

  • Iis Maisaroh STIT Pringsewu Author
  • Muhtarom Muhtarom STIT Pringsewu Author
  • Nurhadi Kusuma STIT Pringsewu Author
  • Fuad Hasan STIT Pringsewu Author
  • Ahmad Zainuri STIT Pringsewu Author
  • Maya Aulia STIT Pringsewu Author
  • Kukuh Maulana Al Fathan STIT Pringsewu Author
  • Eri Purwanti STIT Pringsewu Author
  • Wulan Octi Pratiwi STIT Pringsewu Author

Keywords:

pergaulan bebas, anemia remaja, peer group education, ABCD, Karang Taruna

Abstract

Pergaulan bebas dan anemia merupakan dua permasalahan kesehatan remaja yang saling berkaitan dan kerap diabaikan di lingkungan pedesaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja anggota Karang Taruna Desa Bulokarto, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, terkait bahaya pergaulan bebas dan upaya pencegahan anemia melalui pendekatan Peer Group Education. Metode yang digunakan adalah Asset-Based Community Development (ABCD), yang mengoptimalkan potensi lokal sebagai modal utama perubahan perilaku. Kegiatan dilaksanakan dalam format workshop satu hari yang diikuti oleh 50 remaja usia 15–22 tahun. Data dikumpulkan melalui instrumen pre-test dan post-test terstruktur serta lembar observasi partisipasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan rata-rata skor pengetahuan peserta: dari 47,8% (pre-test) menjadi 81,8% (post-test) untuk topik pergaulan bebas, dan dari 45,6% menjadi 80,7% untuk topik anemia. Sebanyak 88% peserta menyatakan kesiapan menjadi agen edukasi sebaya di lingkungan mereka. Pendekatan ABCD terbukti efektif dalam membangun kapasitas remaja desa sebagai pendidik sebaya, dengan memanfaatkan jaringan sosial Karang Taruna sebagai platform yang telah ada. Pengabdian ini berkontribusi pada penguatan literasi kesehatan remaja berbasis komunitas di wilayah pedesaan Pringsewu. 

Downloads

Published

2026-03-31